Kalau bukan karena voucher gratis, mungkin, aku tidak akan pernah pergi ke InulVista. Bukan karena aku anti dengan tempat hiburan semacam itu, tapi pertimbangan awal, terlalu sayang bila mengeluarkan uang segitu hanya sekadar untuk berkaraoke di sana. Maklum masih anak kost yang mengandalkan kerja sambilan-serabutan. Bulan ini tidak ada kerjaan. Dan mencoba menolaknya… kalau ada yang mau nawarin…hehehe. Mau coba konsentrasi dulu. Semoga bisa. Deposito, danareksa, dan Forex orang-orang masih ada. Hehehe.
InulVista adalah sebuah tempat hiburan karaoke yang didirikan Inul Daratista. Di Bali InulVista terletak di lantai 3 Mall Centro di bilangan Kartika Plaza Tuban, Badung. Entah ini cabang yang ke berapa.
Menarik juga sebenarnya. Ada pengalaman tersendiri. (Waw iklan nih! ). Malam itu kami berenam. Sebenarnya bila berjalan sesuai rencana kami seharus ber-7 orang; kalau hadir semua. Tiga teman yang mendapatkan voucher berhalangan datang; karena cuaca, karena lupa, dan alasan lainnya. Akhirnya kami berenam berada dalam ruangan. Berkaraoke bersama. Entah berapa lagu yang kami nyanyikan. Aku tidak dapat mengingatnya begitu ketat. Tapi yang pasti aku sudah ketinggalan berapa lagu ketika aku datang terlambat karena gerimis yang hanya turun sekitar tempat tinggalku. Di Bali memang sering hujan yang sifatnya sangat lokalitas. Tidak mengapa.
Mulanya ragu dan malu juga untuk datang ke sana. Aku bukan seseorang yang akrab dengan dunia hiburan semacam itu. Terlintas di pikiran; Mau ngapain di sana? Apa asyiknya dengan karaoke? Aku bukan penyanyi dan tidak suka menyanyi. Dan sungguh hati. Tidak ada satupun syair lagu yang benar-benar dapat kuhapal secara sempurna. Meskipun lagu kebangsaan macam Indonesia Raya ataupun Mars Pancasila. Kalau sekadar mengikuti orang bernyanyi dengan perasaan sok tahu sih bisa aja. Sering malah. Mengikuti bibir dengan cara berkomat-kamit kayak orang baca mantra. Untungnya di video klip yang muncul di layar monitor ada teksnya waw jadi tambah gampang melantunkannya dengan suara fals abis!
Namun dari video klip yang muncul di layar ada beberapa video klip yang terasa janggal. Misalnya ketika memilih lagu Terima Kasih-nya Jamrud yang muncul adalah video klipnya Shaden, meskipun teksnya benar-benar Terima Kasih-nya Jamrud. Kok bisa ya. Video klip Shaden teksnya lagu Terima Kasih Jamrud? Muncul candaan nakal, mungkin CD lagu tersebut dibeli dari pasar Kreneng (di Pasar Tradisional yang cukup populer di Denpasar ini kamu dapat cari beragam barang ilegal atau bajakan). Masak sih! Inul dapat CD-nya dari pasar Kreneng? Bagaimana ya kalau Jamrud tahu kalau lagu Terima Kasih-nya ternyata Video klipnya Shaden? Gak tahulah! Dan ini tidak hanya terjadi pada lagu Jamrud saja. Ada beberapa lagu yang video klipnya yang tidak klop. Mungkin beberapa lagu yang sempat kami nyanyikan juga menayangkan klip yang tidak sesuai dengan lagunya!
Selain lagu dan video klipnya yang tidak klop-aslinya. Beberapa lagu yang kita pilih ternyata ritmenya begitu cepat melesat, sehingga berkaraoke kita seolah diburu-buru. Tergesa-gesa. Wah ada yang salah kali ya dengan operatornya atau CD-nya ya?
Tapi sungguh menarik loh berkaraoke di tempat semacam itu. Kau bisa berteriak sekeras mungkin atau menyanyikan lagu dengan intonasi yang berbeda dengan penyanyi aslinya. Tidak ada yang melarang. Mungkin karena kehidupan modern dengan peradaban kota sehingga teriak tidak bebas, maka tempat kayak gini jadi alternatif untuk teriak-teriak. Aman ada peredamnya. Coba bayangkan kalau kita teriak-teriak di rumah sendiri, tetangga bakalan terganggu abis.
Jadi tambah seru, ketika selesai berkaraoke sebuah lagu akan muncul skor berkaraoke kita. Dari beberapa lagu yang kita nyanyikan tidak ada satu pun lagu yang 100% sempurna. Dan juga hasil karaoke kita bisa juga dikopi ke CD. Rekaman bos! Kau bisa mendengar ulang hasil karaokemu!
Sempat membayang dalam pikiranku tentang film-film mafia Hongkong yang kerap ada scene tayangan yang berada di tempat karaoke semacam itu! Wah. Aku jadi membayangkan kayak mafia hongkong saja yang sedang transaksi tepung gandum… hehe. Setidaknya pernah membayangkan dan mengalami suasana mafia hongkong! Menarik tho?!
Malam itu menjadi sebuah pengalaman yang cukup menarik! Kali pertama pengalaman berkaraoke di InulVista! Teman-teman ada rencana mau ke sana lagi, dengan cara patungan 10 atau 20ribuan. Dan ambil yang kelas ekonomi aja yang murah. Yang penting karaoke! Mungkin salahnya kemarin, voucher yang kita dapat itu voucher VIP yang harganya berlipat-lipat dari kelas ekonomi. Juik! Moga kalau jadi ke sana lagi tidak kaget kalau akhirnya booking kelas ekonomi. Hiks.


1 tanggapan kepada “Berkaraoke di InulVista”
Dewa Putra
November 5th, 2009 pada 04:35
Dear Inul Vista Corespondenc’
Saya Dewa, Manager UPS International. Hari ini temen saya Ulang Tahun, NamaNya Novie, she need the price per hour n apakah bisa dibayar pake Credit Card..
Qt mau karaokean today…
pls..inform to my Mobille: 08164740037/03618784827
Rgds’
DEwa